Dengan mataku sendiri
Aku bersaksi akan keruntuhan sebuah pertahanan
Dengan lidahku sendiri
Aku ucap pernyataan menyerah
Kegembiraan tak mampu imbangi lincah riang kaki menari
Rasa tenang jatuh tertidur mendengar merdu suara saat ini
Apakah kamu yang disebut mahadewi?
Atau harus ku namai kau peri?
Apapun sebutanmu, aku tak peduli
Mungkin kamu adalah gambaran sahih tentang surgawi
Dengan ini aku akui
AKU JATUH HATI
Monday, 9 September 2013
Monday, 22 April 2013
Mari Duduk Dan Bicara
Gambar diambil dari sini
Berdustalah terus berdusta
Sampai kamu tiba di jengah
Lari terus berlarilah
Sampai kamu rasa lelah
Sembunyi, sembunyi teruslah
Sampai cukup aman kamu rasa
Diamlah, diam saja
Asal jangan lupa cara bicara
Khianatilah rasa yang ada
Kalau kamu rasa kamu cukup pintar menyiasatinya
Aku tak suka rasa benci
Apalagi maki
Dan aku tahu, kamu pun begitu
Sama denganku
Aku lebih senang rasa suka
Apalagi cinta
Dan aku yakin, kamu pun sama
Sangat suka keduanya
Aku sering lemah karena rindu
Tapi takkan jatuh karena cemburu
Rindu kamu sudah candu
Sedang cemburu? ah, sebentar lagi juga lalu
Kalau kamu sudah tak ingin berdusta
Kalau kamu sudah tak lelah
Kalau sembunyi sudah membuatmu resah
kalau kamu sudah ingin bersuara
Mari bertemu
Mari bicara
Mari bertemu
Mari tumpahkan rasa
Lari terus berlarilah
Sampai kamu rasa lelah
Sembunyi, sembunyi teruslah
Sampai cukup aman kamu rasa
Diamlah, diam saja
Asal jangan lupa cara bicara
Khianatilah rasa yang ada
Kalau kamu rasa kamu cukup pintar menyiasatinya
Aku tak suka rasa benci
Apalagi maki
Dan aku tahu, kamu pun begitu
Sama denganku
Aku lebih senang rasa suka
Apalagi cinta
Dan aku yakin, kamu pun sama
Sangat suka keduanya
Aku sering lemah karena rindu
Tapi takkan jatuh karena cemburu
Rindu kamu sudah candu
Sedang cemburu? ah, sebentar lagi juga lalu
Kalau kamu sudah tak ingin berdusta
Kalau kamu sudah tak lelah
Kalau sembunyi sudah membuatmu resah
kalau kamu sudah ingin bersuara
Mari bertemu
Mari bicara
Mari bertemu
Mari tumpahkan rasa
Tuesday, 16 April 2013
Aku Tantang Kamu
Gambar diambil dari sini
Aku tantang kamu untuk menjadikanku imammu
Aku tantang kamu untuk menaruh namaku di belakang nama anak-anakmu
Aku tantang kamu untuk menghapus urutan dan menjadikanku yang satu untukmu
Aku tantang kamu untuk menjadi yang pertama ku lihat di pagiku
AKU TANTANG KAMU.
Monday, 8 April 2013
Tulang Rusukmu, Siapa?
gambar diambil dari sini
Saya teringat obrolan dengan teman saya beberapa bulan yang lalu. Teman saya, Adit (seorang sutradara), pernah mengajak sharing tema untuk sebuah film yang ingin dibuatnya.
Salah satu tema yang kami bahas adalah tentang pasangan hidup.
Klasik, bosan, usang, dan lain sebagainya yang menjadi musuh utama dari tema ini. Tenang, ini tidak akan menjadi "cerita kebanyakan" yang bertumpu pada tema itu.
Begini...
Kita semua sering mendengar bahwa perempuan yang menjadi pasangan hidup adalah berasal dari tulang rusuk seorang lelaki.
kemudian pertanyaan besar yang muncul, yang melatar belakangi cerita film yang akan dibuat adalah
Bagaimana jika tulang rusuk seorang lelaki utuh?
Apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi keadaan itu? Karena ini tidak hanya menyangkut "kelainan fisik". Tapi ini menyangkut garis takdir kehidupan cintanya.
Apakah dia akan "sendiri" selamanya?
Bagaimana jika itu benar terjadi? Bagaimana?
Saturday, 22 December 2012
Harimu, Ibu

gambar diambil dari sini
Hari ini dikhususkan untukmu, MaTo.
MaTo bingung? Iya, aku mengerti, dari dulu kau tak pernah
perduli dengan hal-hal seperti ini. Jangankan untuk hal-hal seperti ini, untuk yang
sederhana saja, handphone, MaTo tak pernah mau “ribet” tentang hal itu, yang menjadi topik utama dipikiranmu adalah kami,
anak-anakmu. Bukan yang lain, apalagi peringatan hari tertentu.
Kita keluarga yang tinggal di kampung, berbudaya kampung,
dibesarkan dengan hal-hal kampung, tapi MaTo tak pernah mau anak-anakmu kampung
secara akal, apalagi akhlak.
Di keluarga kita tak pernah ada sejarahnya memperingati
apalagi merayakan ulang tahun, apalagi hari ibu.
MaTo tau, aku beberapa kali iri pada teman-temanku. Bukan
karena gaji mereka lebih banyak, bukan. Tapi karena ibu mereka yang “lebih
modern” dari kau, Mak.
Friendster, social media yang pertama kali saya punya. Teman-teman
memasang foto bersama ibunya masing-masing. Aku? Kau untuk berfotopun kau
enggan.
Facebook, social media yang berikutnya. Teman-teman bisa “menjadi
teman” dengan ibunya, dan berkomentar di status Facebook. Aku? Untuk becanda
denganmu pun jarang.
Twitter, AH! Social media yang sedang menjadi primadona saat
ini, sudah barang tentu kau tak akan mengerti. Kau tau, Mak? Apa yang sedang
ramai-ramai dilakukan oleh teman-temanku sekarang? Mereka memasang avatar
twitter bersama ibu mereka. Aku?
O iya, MaTo. Ingat yang namanya BBM, itu lho, layanan untuk
mengirim pesan, semacam SMS, nah di sana Mak, sekarang teman-temanku sedang
memasang foto bersama ibunya dan menuliskan di status bbm mereka, betapa mereka
mencintai ibu mereka. aku tak bisa melakukan itu, foto kau enggan, bisa bbm-an?
Entah kapan itu terjadi, sampai sekarangpun mengirim sms adalah hal yang rumit
menurutmu.
Tapi Mato, entah kau mempelajari tentang cara me-manage
psikologi anak di mana. Kau berhasil mengganti hal itu semua dengan hal-hal sederhana
tapi dengan hasil sangat sempurna.
Kita memang belum pernah memasang foto bersama di
friendster, tapi gambaran tentang kita dengan detail kau bisa ceritakan ke
siapapun, dan bisa menggiring imajinasi orang untuk menggambarkannya lebih
indah dari foto yang terpasang di profile friendster.
Kita memang “tak pernah berteman” di facebook, iya karena kau
tak memiliki akunnya. Hehehe. Kita berkomunikasi dengan cara yang kau atur
sedemikian rupa uniknya. Salah satunya adalah memanggilku ke dapur, lalu
menyuruhku mengulek sambal racikanmu, kau menyuruhku mengupas bawang, kau
menyuruhku memarut kelapa, dan di sela-sela semua kegiatan yang berbau dapur
itu, kau menanyakan perkembangan terbaru dari anak-anakmu. Dulu aku selalu
mengeluh setiap melakukan kegiatan dapur itu. Sekarang? Aku sangat rindu kamu
suruh.
BBM? SMS? Ah, kau tentu akan meracau sejadi-jadinya kalau
diminta mempraktekkan untuk coba menggunakannya, yang nantinya akan berujung
pada “mbu ah. puyeng”. Lalu bagaimana caranya kau menanyakan kabarku yang di luar
kota? Kau akan menanyakan ini pada adik-adikku, dan menitipkan pesanmu pada
mereka.
Pernah sekali waktu aku menelfon Bapak, kau selalu ikut
ngobrol tapi entah berapa meter posisimu berjarak dari Bapak. Yang akhirnya
suaramu hanya terdengar seperti backing vocal. Dan kau lucu, Mak. Ketika kau
jadi “backing vocal” kau sangat lancar berbicara, begitu aku minta Bapak untuk
kasih telfonnya ke Emak, kau langsung menjadi orang yang hanya berbicara
seperlunya.
Aku tahu kau tak pernah peduli dengan hal-hal “modern” yang
di matamu tak ada artinya, aku tahu kau merasa aneh kalau diajak atau disuruh untuk
berfoto, kecuali di acara kawinan. Bukan mau ikut-ikutan teman, bukan mau
menggiringmu untuk mulai menjadi sedikit “modern”. Ini cuma sebagai pengingat
kecil untukku,
kalau aku punya kau, MaTO. Selamat Hari Ibu.
kalau aku punya kau, MaTO. Selamat Hari Ibu.
Wednesday, 12 December 2012
Bagaimana Jika
Bagaimana jika
Bidadari yang ada di surga ternyata bukan "tipe" kamu?
Bagaimana jika
Kamu tidak menyukai situasi
ketika semua didapat dengan sangat mudah
Bagaimana jika
Kamu adalah orang yang sangat menyukai proses,
bukan hasil
Bukankah itu semua yang ada dalam semua hikayat tentang
SURGA
Saturday, 17 November 2012
laknat nikmat
Gambar diambil dari sini
Sebagai umat
Aku bukan yang paling taat
Tapi juga ciut untuk menerima seandainya Tuhan mengirim laknat
Ingkar terhadap nikmat adalah salah satu dari sekian banyak alasan Tuhan mengirim laknat.
Dan kamu,
adalah ciptaan Tuhan yang paling nikmat.
Sunday, 11 November 2012
SELAMAT DATANG CINTA
Gambar diambil dari sini
Kalau aku tahu kapan Cinta akan datang,
akan ku gelar karpet merah untuk menyambutnya.
Kalau aku tahu kapan Cinta akan datang,
akan ku sambut dengan tarian khas daerah bernama hati.
Cuma,
Cinta tak pernah memberi tahu kapan dia tiba.
Pun tak pernah memberi tahu dalam rangka apa dia datang.
Syukurnya,
Walaupun cinta tak memiliki peta, kompas, dan jam.
Cinta tak pernah datang terlambat atau terlalu cepat.
Cinta juga tak pernah salah mengetuk hati siapa.
Hhhh...
Seandainya saja,
aku tahu kapan jadwal kedatangan cinta,
akan ku bentangkan tulisan besar-besar
"SELAMAT DATANG, CINTA"
Thursday, 8 November 2012
Cinta Pesan Antar
Beberapa waktu lalu, saya melakukan aktivitas percakapan menggunakan medium pengantar pesan milik yahoo dengan seseorang yang dulu (pernah) menarik fokus saya.
Ada fakta menarik, yang akhirnya dia ucapkan kenapa dia berkeputusan tidak memilihku untuk menjadi calon imamnya. Hiks. *bersandar di bahu* *bahu jalan tol*
Inti dari fakta itu kurang lebihnya seperti ini:
"Aku tahu rasamu ke aku, cuma permasalahannya adalah
kamu tak pernah berani MELANGKAH, MENGEJAR, apalagi MEMPERJUANGKANKU"
Mau tak mau aku harus mengamini perkataannya. Karena memang pada saat itu, aku hanya berani memberi sinyal tanpa melangkah dan menekan bel rumahnya.
Ada satu hal yang harus digaris bawahi disini.
CINTA TIDAK MENGENAL SISTEM PESAN ANTAR
#NoteToMySelf
Sudah fitrah semua makhluk adalah diciptakan berpasang-pasangan. Sekarang terserah kita, mau melangkah untuk mengambilnya atau tidak.
Wednesday, 7 November 2012
Kapan dan Kenapa?
Gambar diambil dari sini
Lucunya,
aku tak pernah tahu aku mulai jatuh padamu kapan.
Dan lucunya,
aku tak pernah mau tahu juga sebenarnya mulai kapan.
Aku tak pernah bisa jawab ketika ditanya tentang alasan.
Apakah surga cinta pada para penabung pahala juga perlu alasan?
Tuesday, 6 November 2012
Inginku Sederhana
Aku punya ingin sederhana.
Aku untukmu adalah jawab dari segala tanya.
Bahkan untuk yang paling sederhana,
"Datang dengan siapa?"
Monday, 5 November 2012
Silahkan ambil piring, sendok, dan garpu
Akhirnya, saya punya meja makan. Meja makan tentang semua masakan yang biasanya saya sajikan di sembarang tempat.
Bukan. Bukannya dulu tidak mau menata semua masakan untuk bisa dinikmati oleh kalian.
Saya cuma merasa belum menjadi koki yang handal untuk pantas menyajikan masakan saya ke kalian. kalaupun ternyata makanan saya itu ada yang suka, saya takut nanti meja makan saya tak terurus. Makanan diambil kucing garong, lalu laba-laba bikin sarang, dan para gelandangan gelar tikar buat tidur diatasnya.
Semoga masakan saya tidak membikin mati indra pengecap kalian. Sekarang, silahkan ambil sepotong lalu cicipi. Kalau suka, silahkan ambil piring, sendok, dan garpunya.
gambar diambil dari sini
Selamat Menikmati
Subscribe to:
Posts (Atom)







